Medan – Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menggagalkan dugaan peredaran 622 pod getar yang mengandung etomidate di Kota Medan, Sumatera Utara. Pengungkapan tersebut berawal dari penyelidikan mengenai dugaan distribusi pod getar yang dipasok dari Malaysia melalui Aceh.
Pengungkapan ini memperlihatkan bagaimana penyidik mengembangkan informasi awal hingga menemukan seorang pria yang diduga berperan sebagai kurir. Selain mengamankan ratusan pod getar, polisi juga mendalami pola distribusi dan pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.
Penyelidikan dilakukan Tim 7 dan Tim 8 Unit II Satresnarkoba Polrestabes Medan. Petugas kemudian mendeteksi keberadaan pria berinisial DF, 35, yang disebut berasal dari Aceh Utara. DF diamankan saat melintas menggunakan sepeda motor di Jalan Iskandar Muda, Kota Medan, pada Minggu malam, 16 Agustus 2026.
Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan 622 pod getar yang dibawa oleh DF. Barang tersebut dikemas menyerupai permen dengan aksara Cina. Seluruhnya kemudian ditempatkan dalam tote bag makanan sehingga bentuk dan kemasannya tidak secara langsung memperlihatkan isi barang yang dibawa.
Cara tersebut menunjukkan adanya upaya menyamarkan barang dalam proses distribusi. Karena itu, penyelidikan menjadi bagian penting untuk mengidentifikasi pergerakan pelaku serta mengetahui bagaimana barang tersebut dapat masuk dan diedarkan di wilayah Kota Medan.
Penyidik tidak berhenti setelah mengamankan DF. Pemeriksaan awal menunjukkan pria tersebut diduga berperan sebagai kurir. Ia disebut memperoleh pod getar di Kota Medan sebelum menyerahkannya kepada pihak lain untuk kemudian diedarkan.
Polisi juga menemukan pola transaksi yang dirancang untuk mengurangi pertemuan langsung antara kurir dan penerima. Barang terlebih dahulu diletakkan di lokasi tertentu. Setelah itu, pihak berikutnya mengambil dan memindahkannya ke lokasi lain sebelum diteruskan dalam rantai distribusi.
Pola tersebut menjadi salah satu aspek yang didalami penyidik. Dengan mengembangkan keterangan dari pelaku yang telah diamankan, polisi berupaya mengidentifikasi pihak lain yang memiliki hubungan dengan distribusi pod getar tersebut.
Langkah pengembangan perkara menjadi penting karena penanganan kasus tidak berhenti pada pelaku yang berada di lapangan. Penyidik masih memburu sejumlah pihak lain yang diduga terlibat, termasuk orang yang diduga memiliki peran sebagai pengendali jaringan.
Dengan demikian, pengungkapan 622 pod getar menjadi pintu masuk bagi kepolisian untuk mengurai rantai distribusi secara lebih luas. Penangkapan terhadap kurir memberikan informasi awal yang dapat digunakan untuk menelusuri pihak yang memasok, menerima, hingga mengatur peredaran barang tersebut.
Di sisi lain, modus penggunaan kemasan menyerupai permen menunjukkan tantangan yang dihadapi aparat dalam mengungkap peredaran narkotika. Barang terlarang dapat disamarkan dengan menggunakan tampilan yang menyerupai produk konsumsi sehari-hari. Kondisi tersebut menuntut penyidik untuk tidak hanya mengandalkan pemeriksaan fisik, tetapi juga mengembangkan informasi mengenai pola pergerakan barang dan pelaku.
Pengungkapan ini juga berpotensi mencegah distribusi pod getar menjangkau masyarakat yang lebih luas. Kepolisian menyebut 622 pod getar yang diamankan diperkirakan dapat mencegah paparan narkotika terhadap lebih dari 2.000 orang.
Meski demikian, proses penanganan perkara masih berlanjut. Polisi terus mengejar pihak lain yang diduga terlibat untuk mengetahui keseluruhan jaringan serta jalur distribusi pod getar tersebut.
Rangkaian penindakan ini menunjukkan bahwa kerja reserse tidak berhenti pada penangkapan. Penyelidikan berlanjut melalui pendalaman informasi, pembacaan modus, pemetaan pola distribusi, hingga pengejaran terhadap pihak yang diduga memiliki peran lebih besar. Melalui proses tersebut, Polrestabes Medan berupaya mempersempit ruang gerak jaringan peredaran narkotika sekaligus mencegah barang tersebut menjangkau masyarakat.
#ReserseBekerja #PolrestabesMedan








