JAKARTA – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho S.H., M.Hum, menyatakan bahwa puncak arus mudik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada Kamis malam (19/3/2026). Prediksi ini didasarkan pada hasil pemantauan langsung pergerakan kendaraan di jalur tol maupun arteri.
Volume kendaraan malam ini diproyeksikan mencapai sekitar 250 ribu unit, meningkat signifikan dibandingkan hari sebelumnya yang tercatat sebanyak 221 ribu kendaraan. Meski kondisi terpantau cukup padat, Kakorlantas memastikan arus lalu lintas tetap bergerak dan terkendali.
“Jika dibandingkan dengan kemarin, terjadi peningkatan volume kendaraan. Kondisi memang cukup padat, namun tetap bergerak. Diperkirakan puncak arus mudik terjadi malam ini,” ujar Kakorlantas di Cikampek.
Untuk mengantisipasi kepadatan, Korlantas Polri telah menerapkan sistem one way nasional sejak pukul 12.30 WIB hingga wilayah Jawa Tengah. Selain itu, di Jawa Tengah juga diberlakukan one way lokal mulai dari KM 414 hingga arah Bawen untuk menjaga kelancaran arus.
Kondisi di jalur arteri dan pelabuhan juga menjadi perhatian. Kakorlantas melaporkan bahwa arus di jalur arteri relatif lancar meskipun terdapat perlambatan di beberapa titik. Sementara itu, penyeberangan di Pelabuhan Merak–Bakauheni terpantau tetap mengalir tanpa hambatan berarti.
“Dari sisi arteri, tol, dan pelabuhan, seluruhnya dalam kondisi terkendali. Penyeberangan Merak–Bakauheni juga terpantau lancar,” ungkapnya.
Satu poin krusial dalam pelaksanaan mudik tahun ini adalah tren positif keselamatan jalan raya. Kakorlantas menyebut angka fatalitas kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan hingga 40 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Penurunan ini mencerminkan efektivitas langkah pengamanan di pos pelayanan, pos pengamanan, serta pemanfaatan teknologi informasi yang didukung oleh kepatuhan masyarakat. Penggunaan aplikasi informasi mudik dinilai sangat membantu warga dalam merencanakan perjalanan yang lebih aman.
“Untuk angka fatalitas korban kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan sekitar 40%. Hal ini menunjukkan upaya negara melalui pos pengamanan serta dukungan teknologi informasi mudik sudah dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” jelas Irjen Agus.
Menutup keterangannya, Kakorlantas mengimbau para pengguna jalan untuk terus waspada terhadap lonjakan volume kendaraan. Perencanaan perjalanan yang matang dan kesiapan fisik pengemudi menjadi faktor kunci agar selamat sampai tujuan.
Kakorlantas mengingatkan bahwa mudik adalah momen penuh kebahagiaan untuk bertemu keluarga. Oleh karena itu, keselamatan harus selalu ditempatkan di atas segalanya.
“Kami berharap seluruh masyarakat dapat kembali dengan selamat. Mudik adalah perjalanan penuh kebahagiaan dan kerinduan kepada keluarga di kampung halaman,” pungkasnya.








