Site icon NewsIndonesian

Kemlu Pastikan Seluruh WNI di Kolombia Aman Usai Gempa M 7,4 Guncang Sejumlah Wilayah

JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengungkap kondisi terkini warga negara Indonesia (WNI) seusai gempa dengan kekuatan magnitudo (M) 7,4 mengguncang Kolombia. Kemlu memastikan bahwa seluruh WNI berada dalam kondisi aman.

“KBRI Bogota telah menjalin komunikasi dengan WNI yang berada di sejumlah wilayah terdampak. Berdasarkan pemantauan KBRI Bogota, seluruh WNI di Kolombia dilaporkan dalam kondisi aman,” ujar Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu RI Heni Hamidah.

Lebih lanjut, Kemlu menyatakan bahwa KBRI Bogota terus memantau perkembangan situasi secara berkala serta berkoordinasi langsung dengan para WNI di wilayah terdampak. Langkah-langkah darurat juga telah disiapkan oleh pihak KBRI apabila terjadi gempa susulan.

Gempa dahsyat yang mengguncang Kolombia tersebut berpusat di wilayah Choco, tepatnya di San José del Palmar, dengan kedalaman 107 kilometer serta berjarak sekitar 280 kilometer dari Bogota. Guncangan dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah negara itu, termasuk Bogota, Cali, Medellin, Pereira, Manizales, dan Ibague. Pemerintah Kolombia sendiri telah mengaktifkan mekanisme tanggap darurat nasional serta membentuk Pos Komando Terpadu guna mengoordinasikan penanganan serta penilaian kebutuhan di daerah terdampak.

Menanggapi situasi ini, KBRI Bogota mengimbau seluruh WNI di Kolombia agar tetap waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, memantau informasi dari sumber resmi, serta menjaga komunikasi. Dalam keadaan darurat, WNI dapat menghubungi hotline KBRI Bogota melalui nomor +57 301 9061706.

Sementara itu, dampak kerusakan dan korban jiwa akibat bencana alam ini terus bertambah. Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella menyampaikan bahwa jumlah korban tewas kini mencapai 111 orang.

“Setidaknya 111 orang tewas akibat gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia pada hari ini,” ungkap Abelardo.

Selain korban jiwa, tercatat ada 87 orang yang mengalami luka-luka akibat guncangan yang terjadi pada Senin (10/8/2026) pukul 07.34 pagi waktu setempat tersebut. Kerusakan material juga masif, di mana 61 bangunan dilaporkan runtuh dan 1.575 rumah mengalami kerusakan.

Sebagai respons atas bencana ini, Pemerintah Kolombia resmi menetapkan status bencana nasional. Kebijakan tersebut diambil guna mengerahkan sumber daya tambahan secara maksimal ke wilayah-wilayah yang paling parah terdampak.