Jakarta (17/3) – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho S.H., M.Hum, menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 menunjukkan tren positif, khususnya dari sisi keselamatan lalu lintas dan efektivitas Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) berbasis data.
Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi (anev) sementara, terjadi penurunan signifikan angka kecelakaan lalu lintas dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
- Tahun 2025: 903 kejadian
- Tahun 2026: 763 kejadian
Turun 140 kasus atau 15,50%
Sementara dari sisi fatalitas:
- Tahun 2025: 130 korban meninggal dunia
- Tahun 2026: 80 korban meninggal dunia
Turun 50 orang atau 38,46%
Kakorlantas menegaskan bahwa penurunan ini menjadi indikator utama keberhasilan strategi pengamanan tahun ini. “Fokus utama kami adalah menekan fatalitas. Penurunan angka korban meninggal dunia yang cukup signifikan menunjukkan bahwa pendekatan keselamatan berjalan efektif,” ujarnya.
MRLL Berbasis Data Jadi Game Changer
Menurut Kakorlantas, keberhasilan ini tidak terlepas dari penerapan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) yang semakin presisi dan berbasis data real-time. Melalui dukungan teknologi seperti traffic counting dan pemantauan udara menggunakan drone VTOL, Korlantas mampu membaca dinamika arus kendaraan secara cepat dan akurat.
Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan berbagai skenario rekayasa lalu lintas, seperti:
- Contraflow untuk mengurai kepadatan
- One way nasional maupun lokal
- Pengaturan distribusi kendaraan di titik-titik krusial
“MRLL sekarang tidak lagi berbasis perkiraan, tetapi berbasis data real-time. Ini yang membuat pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan tepat,” jelasnya.
Pendekatan ini memungkinkan petugas tidak menunggu kemacetan terjadi, melainkan mengantisipasi sejak dini berdasarkan indikator volume kendaraan dan kepadatan di lapangan
67% Pemudik Masih Akan Bergerak
Korlantas juga mengingatkan bahwa potensi pergerakan arus mudik masih sangat besar.
Dari total proyeksi 3,67 juta pemudik:
- 1,2 juta orang (33%) telah melakukan perjalanan
- 2,4 juta orang (67%) masih akan melakukan perjalanan
Artinya, fase krusial pengelolaan arus lalu lintas masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
“Mayoritas pemudik masih belum bergerak. Oleh karena itu, strategi MRLL akan terus kami optimalkan agar arus tetap terkendali,” tegas Kakorlantas.
Dampak Nyata bagi Masyarakat
Implementasi MRLL berbasis data ini memberikan dampak langsung bagi masyarakat, antara lain:
- Mengurangi potensi kemacetan panjang
- Mempercepat waktu tempuh perjalanan
- Menekan risiko kecelakaan lalu lintas
- Meningkatkan rasa aman dan nyaman selama perjalanan
Dengan pendekatan ini, pengelolaan mudik tidak hanya bersifat reaktif, tetapi prediktif dan responsif terhadap dinamika di lapangan.
Keselamatan dan Kelancaran
Kakorlantas menegaskan bahwa seluruh strategi yang diterapkan dalam Operasi Ketupat 2026 berorientasi pada dua hal utama: kelancaran arus dan keselamatan masyarakat. “Kami ingin memastikan perjalanan masyarakat tidak hanya lancar, tetapi juga aman. Karena keberhasilan pengamanan mudik diukur dari bagaimana masyarakat bisa sampai dengan selamat,” ujarnya.
Dengan tren penurunan kecelakaan yang signifikan dan implementasi MRLL berbasis teknologi, Operasi Ketupat 2026 menunjukkan arah pengelolaan lalu lintas yang semakin modern dan terukur. Namun, dengan masih besarnya potensi pergerakan pemudik, optimalisasi strategi di lapangan tetap menjadi kunci keberhasilan. ***

