Site icon NewsIndonesian

Kakorlantas Siapkan Contraflow Bertingkat Urai Bottleneck di Jalur Mudik 2026

Persiapan Matang Operasi Ketupat 2026

Persiapan Matang Operasi Ketupat 2026

Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, SH, M.Hum, menjelaskan kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Operasi ini ditujukan untuk meningkatkan keamanan dan kelancaran mudik dibandingkan tahun sebelumnya. Evaluasi Operasi Ketupat 2025 menjadi modal penting dalam perencanaan tahun ini.

Pada tahun lalu, tercatat penurunan signifikan pada kecelakaan lalu lintas sebesar 31%. Selain itu, tingkat fatalitas juga berhasil turun sebanyak 53%. Keberhasilan ini dibarengi dengan tingkat kepuasan publik yang mencapai angka 90,9%. Berdasarkan hasil tersebut, Kakorlantas kini menerapkan strategi dan perencanaan yang jauh lebih menyeluruh.

Dalam wawancara di NTMC Podcast, Irjen Agus menekankan bahwa Operasi Ketupat membutuhkan perencanaan yang sangat matang. Kolaborasi dan sinergi antara instansi internal maupun eksternal menjadi kunci utama. Tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” yang digagas Kapolri menjadi fokus utama dalam memberikan pelayanan ikhlas kepada masyarakat.

Inovasi Komunikasi dan Teknologi Canggih

Untuk menanamkan pentingnya keselamatan berkendara, Korlantas mengembangkan pendekatan unik melalui musik. Selama dua tahun terakhir, lagu bergenre dangdut koplo berjudul “Mudik Tertib, Ojo Kesusu” terus diputar. Lagu ini terbukti efektif membantu masyarakat menerima pesan keselamatan secara lebih santai dan mudah diingat.

Dari sisi teknis, persiapan Operasi Ketupat 2026 telah dimulai sejak awal tahun. Kakorlantas mengintegrasikan teknologi canggih seperti drone VTOL (Vertical Take-Off and Landing). Teknologi ini digunakan untuk melakukan survei jalur mudik secara real-time dari udara.

Drone tersebut terhubung langsung dengan command center di Kilometer 29. Sistem ini didukung penuh oleh radar dan CCTV dari Jasa Marga serta kepolisian. Dengan data aktual tersebut, pengambilan keputusan rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one-way bisa dilakukan dengan lebih akurat.

Fokus Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintas

Kakorlantas juga telah mengidentifikasi lima cluster utama yang menjadi fokus pengamanan tahun ini. Cluster tersebut meliputi jalan tol, jalan arteri, pelabuhan dan bandara, tempat ibadah, serta tempat wisata. Skenario rekayasa lalu lintas telah disusun secara detail berdasarkan evaluasi titik rawan kecelakaan.

Selain teknologi, kesiapan personil turut menjadi perhatian serius. Melalui program Polantas Menyapa dan Senyum Polantas, kehadiran polisi diharapkan memberikan rasa aman. Kakorlantas ingin memastikan polisi tidak hanya hadir sebagai pengatur, tetapi juga sebagai pengawal perjalanan masyarakat.

Inovasi mencolok pada tahun ini adalah perpanjangan lokasi one-way. Jika tahun lalu hanya sampai Kilometer 188, kini diperpanjang dari Kilometer 70 hingga Kilometer 236. Penerapan contraflow bertingkat juga akan diberlakukan untuk mengurai kepadatan di titik penyempitan jalan (bottleneck).

Pengambilan keputusan rekayasa lalu lintas kini sepenuhnya berbasis data traffic counting real-time. Hal ini memungkinkan petugas di lapangan memberikan respons yang cepat dan efektif terhadap dinamika arus kendaraan. Dengan perencanaan komprehensif ini, Kakorlantas optimistis mudik 2026 akan berjalan aman, nyaman, dan menyenangkan.